Perkembangan Teknologi Komunikasi
Windriyanti Hawadis 0971503966
Kelompok AB
Majalah: Online atau Cetak
Dewasa ini internet sebagai media baru semakin banyak diminati oleh masyarakat. Maraknya internet membuat media cetak seperti surat kabar kurang diminati oleh sejumlah masyarakat, khususnya anak muda. Menurut mereka membaca koran merupakan hal “jadul”. Hal itu membuat industry media cetak berfikir untuk menggunakan surat kabar yang dapat disajikan lewat internet. Sekarang kita sudah dapat bisa menikmati sejumlah surat kabar online yang memberikan berbagai macam informasi, sama halnya seperti surat kabar cetak. Seiring berjalannya waktu, surat kabar online semakin diminati oleh masyarakat, karena mereka dapat mengaksesnya dimana mereka berada. Dengan menggunakan handphone yang dapat mengakses internet, masyarakat dapat membaca informasi yang diinginkan. Hal tersebut menjadikan surat kabar online semakin beragam, mereka bersaing untuk menyajikan berbagai informasi. Untuk menghadapi pesaing-pesaingnya, sebuah surat kabar online tidak hanya menyajikan beragam informasi. Cepat, actual, dan terpercaya itulah cara alternative surat kabar online untuk menghadapi pesaing-pesaingnya. Cepat dalam memberikan informasi tentang peristiwa yang terjadi, tidak hanya di Jakarta, luar kota sampai luar negeri. Actual, menyajikan informasi-informasi peristiwa yang sedang terjadi, yang sedang hangat dibicarakan (up to date). Terpercaya, walaupun jurnalis mendapatkan secara cepat informasi-informasi dari berbagai daerah, informasi tersebut harus sesuai dengan fakta. Dengan hadirnya koran online diharapkan mampu menjadi wadah para pemuda yang haus akan berita namun masih dengan style muda, sehingga tidak dicap sebagai pemuda yang ketinggalan zaman.
Namun dilihat lebih dalam koran online hanya mencari dan menyerap umpan balik yang sebenarnya semua itu hanya ilusi interaktivitas yang tidak nyata sama sekali. Seolah-olah surat kabar online menyediakan ruang bebas untuk memberikan komentar tentang apapun tanpa menghasilkan sedikitpun kekuasan untuk melakukan apapun. Kekuatan editorial pada surat kabar online terletak pada opini atau pendapat yang dikemukakan oleh khalayak sebagai komentar-komentar terhadap suatu peristiwa yang di informasikan oleh media itu sendiri.
Internet sebagai media baru pada dewasa ini telah mempengaruhi khalayak luas untuk menggunakannya. Ledakan media baru ini juga banyak dilirik oleh industry media, khususnya koran. Sekarang bisa kita lihat, kebanyakan orang lebih sering membaca koran cetak maupun digital (online). Khususnya koran digital dan surat kabar online, ledakan media baru ini membuat perkembangan surat kabar online pesat. Koran-koran dan wartawan menjadi lebih penting dari pada sebelumnya, karena wartawan harus mencari, menulis dan melaporkan peristiwa-peristiwa dengan lebih cepat dan di informasikan kepada khalayak luas dengan menggunakan media baru ini. Karena tidak semua khalayak dapat melihat kejadian yang ada. Dewasa ini, masyarakat haus akan informasi, oleh karena itu ledakan media baru sangat menjadikan wartawan dan koran-koran khususnya koran online lebih penting.
Net Gain: Kesempatan Jurnalis di usia Interaktif
Tugas seorang wartawan adalah mencari, mengumpulkan fakta, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan berita tentang suatu peristiwa melalui media kepada khalayak luas dengan secepatnya. Wartawan melakukan hal tersebut dengan ketentuan-ketentuan hokum yang berlaku atau yang dikenal dengan kode etik jurnalistik. Jika ada seseorang yang memiliki computer dan internet, lalu ia mengklaim seorang reporter, editor atau penerbit, maka akan ada sanksi yang aka menghukum orang tersebut. Ada UU Pers, Kode Etik Jurnalistik atau pasal-pasal yang terdapat pada delik komunikasi.
Wartawan professional akan tetap dibutuhkan, sekalipun ketika orang bisa mendapatkan berita mereka" tanpa filter ". Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa wartwan tidak hanya mencari berita, menulis dan menyebarkan kepada khalayak. Semua itu harus sesuai fakta-fakta yang ada, yang kemudian akan difilter oleh seorang editor yang bertugas menyeleksi isi pesan yang akan disebarkan pada khalayak luas dan mengevaluasi isi media agar sesuai dengan kebutuhan khalayak, serta memutuskan apakah suatu berita layak tayang atau tidak. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam codes and content, tidak ada berita yang mengandung SARA, atau yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik.
Mungkin sebelumnya ada beberapa surat kabar yang mempunyai gatekeeper kurang jeli dalam menyaring sebuah berita, sehingga ada berita-berita yang tidak sesuai dengan kebutuhan khalayak. Namun UU Pers, Kode Etik Jurnalistik maupun Dewan Pers telah menindak surat kabar tersebut agar lebih memperhatikan penyaringan berita. Penurunan kewaspadaan editorial tradisional ini terjadi saat khalayak tidak begitu saja mendapat berita mereka “tanpa filter”. Konsumen berita sudah mempunyai tanggung jawab untuk menjadi lebih pintar dalam mencari informasi. Mereka tidak mentah-mentah begitu saja menerima berita dari satu pihak. Khalayak dapata mencari informasi dari berbagai pihak, atau berbgai media, sehingga membuat mereka lebih pintar dan mengerti serta memiliki tanggung jawab terhadap berita atau informasi yang mereka dapatkan. Contohnya saja, surat kabar cetak ataupun online telah member ruang publik atau rubric opini (di dalam media cetak) yang disediakan media untuk khalayak sebagai tempat ungkapan, pendapat atau unek-unek khalayak terhadap peristiwa yang telah terjadi. Pendapat itu harus tetap pada jalurnya, tetap di filter oleh editor, tetap pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan., bukan sekedar pendapat asal bunyi.
Slate vs Salon: Perjuangan Kepemimpinan Majalah Online untuk mendapatkan Pasar
Slate adalah sebuah majalah online yang didirikan pada tahun 1996 oleh mantan editor New Republik Michael Kinsley, yang sekrang menjadi editor Slate.com. Slate memiliki topik-topik seputar politik, gaya hidup, seni, bisnis, teknologi dan pengetahuan. Tetapi slate lebih menonjol pada omongan politiknya, yang membahas seputar dunia politik. Sementara Salon adalah majalah online yang didirikan oleh David Tabolt. Salon juga memiliki beragam topic sperti, artikel tentang music, film, buku, teknologi dan memiliki artikel tentang "kehidupan modern", termasuk hubungan, persahabatan dan perilaku seksual manusia.
Pembaca antara majalah Slate dan Salon pasti berbeda, dari segi pendidikan, ekonomi, pengetahuan, kebutuhan dll. Slate yang lebih domonan membahas dunia politik, akan lebih digemari oleh politikus-politikus serta orang-orang yang berpendidikan tinggi “elite” yang juga berkecimpung didunia politik maupun tidak. Hanya orang-orang tertentu yang gemar membaca majalah ini. Sedangkan untuk pembaca Salon yang memiliki gaya jurnalistik lebih santai dari pada Slate dengan menghadirkan review music, film, seks, dll lebih banyak digemari oleh berbagai jenis kalangan.
Salon tidak seperti majalah biasa pada umumnya, dia terlihat lebih seperti tabloid. David Talbot sebagai editor majalah Salon memanggilnya "tabloid pintar", itu adalah rumusnya untuk mengelola Salon. Maksudnya “tabloid pintar” adalah tabloid yang sedang menjangkau pembaca-pembaca popular, mencoba membuat artikel yang penting bagi pembaca.
Michael Kinsley editor Slate menggambarkan pekerjaannya sebagai "menciptakan lingkungan dan majalah." Ini dapat dibilang berlebihan dan dapat dikatakan tidak berlebihan. Berlebihan, karena tidak hanya jurnalis saja yang dapat menciptakan lingkungan dan majalah, justru peminat pembacalah yang menciptakan sebuah media berkembang entah itu media cetak maupun elektronik. Media dan khalayak saling membutuhkan, khalayak haus akan informasi yang membutuhkan media. Sebaliknya media akan memberikan informasi kepada kahalayak luas, dan keberadaan media itu juga dapat dilihat dari seberapa banyak khalayak yang minat terhadap media tersebut. Hal itu yang membuat seorang jurnalis menjadi alat pencari berita, sebagai orang yang pintar, dan sebagai orang yang tahu mengenai berbagai ragam informasi untuk disampaikan kepada khalayak. Perkataan Kinsley dapat dikatakan tidak berlebihan, sebab setiap orang mempunyai hak yang berbeda dalam berpendapat.
Waktunya Menuju Halaman Akhir
Tidak setuju, karena buku adalah salah satu media yang memberikan informasi tentang peristiwa-peristiwa, pengetahuan, seni dan budaya dan lainnya yang dapat dibaca berulang-ulang kali. Meledaknya media baru atau internet membuat orang malas membaca buku dan beralih kepada buku yang dapat di akses lewat internet atau disebut e-book. Hal itu tidak semata-mata membuat orang kemudian untuk tidak membeli buku dan membacanya. Membaca buku yang dicetak lebih ada taste tersendiri dibanding dengan membaca buku lewat internet. Karena kita dapat membolak-balik halaman perhalaman di dalam buku.
Bisnis e-book semakin marak terjadi di media baru atau internet. Pasalnya sebagian orang tak mau repot untuk keluar membeli buku yang dibutuhkannya, sehingga mereka lebih memilih yang instan dengan mencari buku yang dibutuhkan via internet dan membacanya. E-book ada yang dapat kita nikmati secara gratis ada juga yang membayarnya dulu baru kita bisa membacanya. Swakelola e-book agar kita menjadi penulis terkenal tidak semudah yang dibayangkan. Sering menerbitkan e-book dengan isi-isi yang sangat bermanfaat akan membantu kita menjadi penulis populer diantara penulis terkenal. Tidak hanya itu saja, sering memberikan e-book secara gratis kepada pembaca, akan membantu nama penulis e-book diingat oleh pembaca.
Prediksi matinya buku tradisional belum tentu terjadi, pasalnya masih banyak orang yang lebih memilih buku tradisional dibandingkan dengan e-book. Seperti yang sudah dibahas diatas, buku tradisional lebih mempunyai taste pembaca dalam membacanya.
Dunia Streaming
Radio adalah media massa elektronik yang menggunakan audio sebagai kekuatannya ini memang kurang diminati oleh sebagian orang. Sifatnya yang auditif, mengajak pendengarnya seolah-olah sebagai teman dan membuat pendengarnya berimajinasi dengan apa yang dikatakan oleh penyiarnya.
Radio Kehilangan Ruang Udara untuk Profit
Setuju, iklan ditayangkan memang untuk menawarkan barang dagangannya kepada khalayak luas. Tapi terlepas dari itu, seharusnya selain menawarkan barang dagangannya, sebuah iklan harus memiliki budaya yang sesuai masyarakat. Tidak hanya itu, iklan seharusnya juga ada unsure pendidikannya. Seperti iklan-iklan provider di Indonesia, mereka saling menyindir satu sama lain untuk menjatuhkan pesaing-pesaingnya. Padahal sudah tertulis aturan-aturan beriklan didalam kode etik periklanan.
Televisi adalah salah satu media massa elektronik yang menggunakan visual dan audio untuk menyebarluaskan informasi. Dengan televise, masyarakat dapat melihat dan mendengar sebuah iklan yang ditayangkan di televise. Namun, hal tersebut tidak langsung membuat masyarakat untuk menerima iklan tersebut. Berbeda dengan radio, media massa auditif ini lebih mengandalkan suara untuk menyampaikan informasinya. Biasanya kebanyakan orang lebih mempercayai suara, oleh sebab itu iklan komersial yang ada di radio lebih terlihat jelas dibandingkan denganntelevisi. Contohnya, ketika pemilihan Presiden Amerika Serikat, dalam televise disiarkannya perdebatan antara partai democrat dan pesaingnya dari partai Republik. Banyak warga amerika yang lebih memilih partai Republik. Mereka melihat mereka mendengar lewat televise. Ketika sebuah radio menyiarkan perdebatan antara kedua partai tersebut, entah mengapa ketika pemilihan presiden yang lebih dipilih oleh masyarakat Amerika yaitu partai democrat. Menurut sebagian warga disana, suara yang di dengarkan lewat radio pada saat perdebatan visi misi calon presiden, suara partai demokratlah yang dinilai lebih meyakinkan.
System cash time-compression yaitu bloking time dalam penyediaan ruang untuk beli spot iklan di radio. Bagaimana system cash time-compression membuat lebih banyak ruang untuk iklan saat penyiaran radio? Ada beberapa cara untuk membuat ruang untuk iklan saat penyiaran radio. Salah satunya dengan membuat acara yang dipersembahkan oleh suatu produk juga salah satu ruang untuk beriklan. Biasanya diawal pembukaan penyiar radio selalu menyebutkan nama produk yang mesponsori acar tersebut.
· Televisi menjadi gambaran baru Kehidupan yang lebih intim
Pertunjukan sesuai dengan kehidupan nyata atau yang lebih dikenal dengan reality show sangat diminati oleh kebanyakan masyarakat. Mereka merasa hal seperti itulah yang mereka rasakan setiap hari, yang mereka lakukan setiap hari dan suatu hal yang menjadi pemuas kebutuhan mereka. Tapi tidak semua masyarakat mengalami hal yang sama dengan apa yang ditayangkan pada reality show. Namun ada beberapa dari mereka yang benar-benar mengalami hal yang ditayangkan pada acara reality show.
Acara reality show akan mendatangkan keuntungan besar bagi industry televise, apalagi seri script. Reality show berseri yang diminati masyarakat akan mendatangkan pengiklan-pengiklan yang bersedia membayar mahal untuk menayangkan iklannya di jeda-jeda penayangan acara tersebut. Bahkan, jika acara itu masuk waktu prime-time, keuntungan yang didapat oleh industry televise akan lebih besar lagi.

0 komentar:
Posting Komentar